2012 — Tuhan merencanakan dan Manusia yang menentukan
Udah pada nonton Film 2012 khan ?
Gimana pendapatnya ?
Kalo menurut gw sih efek visualisasinya bagus, ga ngecewain, meski ada satu dua yang agak janggal sih. Tapi secara keseluruhan, film ini menarik untuk ditonton, cukup menghibur, dan memberikan informasi yang positif.
Namun layaknya sebuah koin yang memiliki dua sisi, maka hal yang sama pun terjadi, banyak pro-kontra terhadap film ini, ada yg bilang film ini haram ditonton karena membawa misi agama tertentu, ada yang bilang bagus sekali, karena mengingatkan kita akan kematian serta hari akhir, dan masih banyak lagi argumen-argumen yang saling bertentangan.
Tapi terlepas dari berbagai pro-kontra tersebut, secara umum memang film “2012″ dikemas seperti halnya film-film hollywood lainnya… biasalah… standardnya American Movie… segala masalah diakhiri dengan ciuman… Serta mengadopsi kepada sistem kapitalisme dengan merujuk kepada konsep seleksi alam, “siapa yang kuat, dia yang menang”
Coba aja perhatiin, di film itu khan cuman yang paling kaya, paling berkuasa, paling pintar dan yang paling menguasai informasi yang selamat. Faktor nasib cuman sedikit berperan, itupun harus masuk ke kategori terakhir dari 4 kategori yang ada, yaitu menguasai informasi.
Dalam film tersebut digambarkan bahwa spesies manusia bisa diselamatkan dari kemusnahan total karena kerja keras manusia itu sendiri, berbekal ilmu pengetahuan yang dimiliki dan mengacu kepada kitab suci tentang cerita nabi Nuh yang membuat kapal besar untuk menghadapi banjir besar.
Film 2012 bagi gw lebih masuk akal dibandingkan film “Knowing”, yang intinya hampir sama, bahwa bumi hancur akibat sapuan gelombang panas matahari, namun spesies manusia masih ada yang selamat karena diselamatkan oleh makhluk asing.
Menarik untuk memperhatikan persamaan pesan yang disampaikan baik di film “Knowing” maupun film “2012” , yaitu bumi hancur akibat hantaman gelombang panas matahari.
Memang dalam beberapa artikel yang gw baca, dijelaskan bahwa matahari saat ini dalam keadaan tidak stabil, ada banyak bintik hitam melebihi jumlah normalnya, serta terdapat potensi matahari mengeluarkan lidah apinya diluar kewajaran sehingga bisa menimbulkan gelombang panas/badai antariksa yang luar biasa besarnya, yang mampu menyapu habis planet-planet terdekat di sekitarnya (termasuk bumi).
Disisi lain, mengenai keadaan bumi kita sendiri, dalam beberapa jurnal atau artikel dinyatakan bahwa bumi dalam keadaan kritis.
Lapisan ozon kita sudah semakin menipis akibat emisi gas buang yang tidak terkontrol, diperparah dengan semakin mengecilnya luas hutan yang berfungsi sebagai paru-paru dunia baik untuk alasan ekonomi (pembukaan lahan pertanian, dll) ataupun alasan sosial (tempat tinggal, dll).
Efek dari menipisnya lapisan ozon, ya itu tadi, berkurangnya kemampuan untuk menahan radiasi panas atau gelombang panas matahari. Jangankan untuk kasus yang diluar kebiasaan, wong yang biasa-biasa aja, bumi kita sudah mulai keteteran.
Kebayang khan betapa rapuhnya pertahanan bumi kita menahan gejolak perilaku matahari yang mulai mencemaskan.
Selain mengurangi kemampuan menahan gelombang panas matahari, tingginya emisi gas buang juga meningkatkan resiko pemanasan global akibat dari efek rumah kaca yang berdampak kepada mencairnya es di kutub, kenaikan muka air laut, menyusutnya luas daratan, perubahan iklim yang cukup radikal, banyaknya timbul penyakit-penyakit baru, dan lain sebagainya.
Suka tidak suka harus diakui bahwa karena aktivitas manusia yang tidak terkontrol, maka terjadilah kerusakan bumi yang makin hari semakin parah.
Klop khan…. Buminya rusak, mataharinya ga stabil…. Jadi dech kejadian seperti yang dicoba gambarkan seperti di film “Knowing” or “2012” atau film-film lainnya yang sejenis
Atas dasar uraian di atas dapat kita lihat bahwa terdapat pesan positif yang coba dibawa oleh film “2012”
Dan memang kalo kita cermati, sesungguhnya film-film yang ber-tema-kan kehancuran alam, didasari dari ilmu pengetahuan yang dimiliki saat itu, cuman cara mengemasnya aja yang dibuat sedemikian rupa sehingga tercapai efek komersialnya agar film tersebut laku dipasaran.
Kalau masih pada inget film “Deep Impact” ataupun “Armageddon”, khan sama tuch, cerita tentang kehancuran bumi, tapi akibat tabrakan dengan benda angkasa, yaitu meteor.
Coba perhatiin jurnal-jurnal ilmiah yang waktu itu sedang ramai-ramainya dibahas, pasti nggak jauh tentang pembahasan para ilmuwan tentang kemungkinan tumbukan antara bumi dengan sebuah meteor.
Atau kalau kita inget film “The day after tomorrow” dan sejenisnya mengenai implikasi dari pemanasan global, coba deh amati isu-isu hangat mengenai lingkungan yang saat itu terjadi, pasti ada korelasinya.
Apa yang disampaikan di film, secara teoritis yang ngejelimet, sudah diperhitungkan oleh para ahli, mereka sudah mencoba mensosialisasikan penemuan mereka ke masyarakat, tapi tau sendiri khan, kepentingan ekonomi dan politik yang lebih besar bisa meredam suara mereka. Dan kadang, susah khan ngertiin omongannya ilmuwan…. Ribet…en Boorrriiingggg….
Organisasi-organisasi pencinta lingkungan yang mendapat informasi ini, semakin giat menyerukan gerakan penyelamatan bumi, tapi ya gitu dech… ga terlalu populer khan… balah lebih sering di cap sebagai extrimis, teroris, dan lain sebagainya.
Selalu kepentingan sesaat yang menang, coba aja perhatiin konvensi iklim dunia yang nggak kunjung ada kata sepakatnya. Negara-negara maju selalu menyalahkan negara berkembang yang telah menebang hutan sehingga mengganggu paru-paru dunia dan mengakibatkan perubahan iklim. Padahal, perubahan iklim terjadi akibat efek rumah kaca yang berasal dari polusi udara akibat aktivitas industri raksasa di negara-negara maju.
Oleh sebab itu, sosialisasi melalui film kelihatannya lebih efektif, untuk memberi gambaran yang simple kepada masyarakat mengenai hal-hal tersebut, asal jangan ada yang mencoba menunggangi dibelakangnya saja… nanti jadi seperti pepatah kuno.. lolos dari mulut harimau masuk ke mulut buaya.
Mengenai kapan kiamat akan terjadi, apakah bias diramalkan kapan terjadinya ?
Ada satu pemikiran radikal yang gw suka, yang menyatakan bahwa kiamat memang sudah ditetapkan oleh Allah, tapi cara dan kapan itu terjadinya, sesungguhnya manusia yang menentukan baik secara sadar maupun tidak sadar.
Rusaknya bumi ini adalah karena ulah manusia, sehingga pada akhirnya manusia yang membinasakan peradaban manusia sendiri, dan pada saat itulah sesungguhnya kiamat terjadi.
Merujuk kembali ke film 2012, bahwa manusia bisa bertahan hidup dan menyelamatkan spesies manusia dari kemusnahan total adalah karena usaha dan kerja keras manusia itu sendiri, dikombinasi dengan pemikiran radikal yang gw sebut tadi, maka marilah kita selamatkan bumi ini dari kehancuran, dengan segenap daya upaya yang kita bisa, minimal kita perpanjang usia bumi ini agar tidak secepatnya terjadi kiamat demi anak cucu kita.
Kalaupun pada akhirnya terjadi kiamat yang menghancurkan alam raya ini, memusnahkan seluruh makhluk hidup di bumi ini termasuk spesies manusia, ya karena memang sudah waktunya seperti yang telah ditetapkan oleh Allah sebelumnya.
Sangat sesuai khan dengan tuntunan agama… labora et ora…. Bekerja dan berdoa…. Ikhtiar….
Demi anak cucu kita…
SAVE OUR PLANET !!!
Helal ®
The power of network, knowledge and love
Posted on on January 27th, 2010 in
Management, sosial
|
No Comments »
Surat terbuka untuk pembunuh biadab !!!
Biadab !!!
Tiada kata lain yg bisa melukiskan apa yg telah kalian lakukan terhadap saudaraku….
Kalian bunuh dia ketika orang sedang dengan khusyuk mengumandangkan Lafadzh Allahu Akbar, menyambut datangnya hari kemenangan… Hari raya Idul Fitri
Biadab !!!
Kalian merampok rumah saudaraku ketika semua orang sedang bersiap menunaikan ibadah shalat sunnat Idul Fitri…
Biadab !!!
Kalian menyiksa saudaraku… Seorang wanita yang kebetulan sedang berhalangan sehingga tidak bisa ikut pergi ke masjid, untuk melaksanakan ibadah sholat sunat Idul Fitri
Biadab !!!
Tidak cukup dengan satu tusukan.. Melainkan 33 tusukan dihujamkan untuk menghabisi nyawa saudaraku… Memuaskan hawa napsu binatang kalian…
Biadab !!!
Kalian membiarkan saudaraku merintih menahan sakit dan meregang nyawa….
Biadab !!!
Apakah kalian menyeretnya ?
Apakah kalian memukulnya ?
Apakah kalian menendangnya ?
Sungguh tidak terbayang siksa apalagi yang kalian lakukan kepada saudaraku…
Hanya para makhluk ciptaan Allah yang menjadi saksi… Yang karena fitrahnya tidak mampu mencegah kebrutalan kalian…
Biadab !!!
Tak peduli alasan kalian apa, tapi tak cukupkah dengan hanya menjarah barang-barang duniawi… Apakah perlu kalian menghabisi nyawa saudaraku dgn sedemikian rupa ?
Biadab !!!
Benar-benar biadab !!!!
Wahai Saudaraku…
Selamat jalan…
Tidur tenanglah kau dalam damai…
Senyumlah dalam kesucian menghadap sang Khalik…
Wahai Saudaraku…
Dipusaramu kami berdo’a…
Semoga Allah mengampuni seluruh dosa-dosamu…
Semoga Allah menerima taubatmu…
Semoga Allah menerima seluruh amal ibadahmu…
Semoga Allah memberikan tempat yang layak buatmu di sisi-Nya..
Allahu Akbar !!!
Allahu Akbar !!!
Allahu Akbar !!!
Dan buat kalian para pembunuh biadab !!!
Dimana pun kalian berada…
Percayalah…
Azab Allah sangat nyata…
Sangat kuasa…
Tiada satu tempatpun di muka bumi ini…
Yang dapat menyembunyikan kalian dari azab-Nya…
Tiada satu makhlukpun di dunia ini…
Yang dapat menyelamatkan kalian dari azab-Nya…
Dan sungguh do’a orang-orang yang teraniaya sangat diperhatikan oleh Allah…dikabulkan oleh Allah..
Dan kami teraniaya…
Semoga Allah memberikan hukuman yang setimpal dan nyata kepada kalian semua, para pembunuh biadab… Baik di dunia maupun akhirat…
Supaya menjadi pelajaran bagi yang lain…
Helal ®
The power of network, knowledge and love
Posted on on September 22nd, 2009 in
sosial
|
No Comments »
Playboy kupret…. bener-bener kupret !!!
Ada yg gw benci banget dari kebiasaan jelek si playboy kupret… Telpon en sms…
Namun diluar kebiasaannya yang menyebalkan, secara general dia merupakan salah satu supervisor andalan yang otaknya lumayan encer, tapi kayaknya ke-enceran dech… jadi rada error dikit.. Eh error banyak deng…
Tapi emang ya… Orang pinter itu biasanya suka aneh bin ajaib kelakuannya… Dan memang tipis khan bedanya antara gila dengan jenius ??
Masalahnya… knapa dia ajaibnya harus yang itu sih… Sigh…
*** kupret !!! gw tau elo baca tulisan gw !!! Jgn geer ya, masih untung ga gw broadcast nama elo!!!***
Dan dasar mokondo… Selaluuu aja tu anak cari yang gratisan buat nipu para kaum hawa… (Dan pertanyaanya serta herannya… Kaum hawa itu ternyata seneng ditipu ya…)
Mending ceweknya cakep2 semua, kadang emak2 diembat juga…
Biase dech… Nech playboy emang rada-rada… Nggak bisa liat jidat licin dikit, baik tu jidat masih kuncup atawa dah berkerut abies langsung disosor… Pokoke prinsipnya selama masih bernapas dan berjenis kelamin wanita… Entah itu wanita asli atau jejadian… Embat cooiiii…
Awalnya sih nelp doang… Tapi tingkat kronisnya dah puarah buangeet…
Gw taunya juga gara-gara ditegor habies sama bos gw, karena tagihan telp yang melonjak dahsyat, dan usut punya usut, nggak jauh dan nggak bukan oknumnya ya si playboy kupret.
Bwwwuah… Ngamuk besar gw.. Bener-bener bikin gw naik darah turun bero !!!
Gw semprot dia sekenceng-kencengnya kaya soang dipasangin toa… Jakun gw sampe bergetar keras… Dilewati energi dahsyat kemarahan gw…
Tapi ya gitu… Dasar tambeng.. Karena dah terlatih ngadepin cewek yg pasti jauh lebih cerewet en sadiezz kalo nyemprot… Dia cengar cengir aja tuch…
Mo gw kasih sanksi yg lebih keras… Gw-nya yg bingung…
Nanti kalo dia mabur… Gw juga yang bakal susah…ga ada lagi yang bisa disuruh ngelakuin “dirty job”, jadi tameng hidup buat ngadepin user-user dan client “bermasalah”, blum lagi “kontribusi” dia ke team karena kecanggihan dia dalam mendekati para pembisik pembuat keputusan… Itu lho yg suka ngucapin “sudah pagi pak” instead of “selamat pagi pak”.. ![]()
Tapi kalo ga dikerasin…. Sama aja…hidup gw terancam juga…Sigh…
Motto kalo ga bisa dibina ya dibinasakan agak susah nech diterapin ke dia… Biase… Ada banyak mutualisme simbiosisme yang ga bisa dibuka disini…. ke ke ke
Bos gw sendiri yg tau masalah ini cuman bilang
“Tolong kamu arahkan… Kalau solusinya cuma mecat.. Ya… Kamu manager khan ?”
Sialan, bertaring banget kata-katanya…
Huh !
Jadi serba bingung gw ngadepinnya
Alhasil hampir saban hari gw monitor dia sekenceng-kencengnya
Berubah fungsi dech gw jadi kakek-kakek yang super duper cerewet, nasehatin tu anak pagi siang sore en kadang malam.
Ampe bengkak-bengkak kali kupingnya… Dengerin ceramah gw…
Berbagai strategi perang Tsun Tzu gw terapin buat ngontrol dia…
Gw bikin “check list harian” khusus buat dia, pagi ini udah nasihatin belum, kalo udah, gw centang, siang gitu juga, sore gitu juga, en kalo perlu malam
Gw password en gw gembok semua telp yang di ruangan…
Tapi….Ga mempan juga tuch… Cuman bertahan sebentar…
Emang sih tagihan telp menurun drastis… Tapi tingkat incoming call alias telp masuk lgsg meningkat tajam, dan didominasi sama dia semua…
Kembali gw semprot dia dgn gaya soang dipasangin toa…. Dengan polosnya dia menjawab
“Khan bukan saya yang nelp bos..”
Kampret !!!
Next step… Gw pasang timer khusus buat telp di ruangan dia, baik buat keluar maupun masuk…
Gw paralel telp dia ama salah satu telp gw, jadi gw bisa ngasih tegoran lgsg kalo dia kelamaan or keseringan nelp
Gw rekam !!!
Bisa dibayangin khan betapa bawel bin ceriwis gw ngomelin dia saban hari, dan memonitor lalu lintas telp kantor…
Tapi tetep aja selalu ada jalan menuju roma !!!
Eh dia dibeliin hape dan dibayarin pulsanya sama para wanitanya…
Makin dahsyat intensitas nelponnya.. Plus sms pula…
Makin ga kenal waktu dan tempat…
Di ruang kerja, di kantin, di parkiran, di mobil, di genteng…
lagi training, lagi meeting, lagi makan, lagi minum, lagi pipis, lagi boker, lagi bernapas…
Gw sebel banget !!!!
Nerima telp en smsan mulu….
Ga sabar, gw sita aja hapenya….
Pagi datang… hape gw sita, pulangnya gw balikin… hanya pas istirahat gw kasih tuch hape… En bisa ditebak dunk… Dah kayak orang puasa nelp berbulan-bulan…
Tapi juga ga bertahan lama…. Dan ternyata … Masalahnya jadi bertambah kompleks….
Cewek2nya malah pada datang ke kantor…
Dan yang lebih gawat… gw mindahin perang dunianya si playboy kupret dengan para wanitanya ke kantor !!!
Jarang-jarang khan elo liat cewek cakar2-an serta jambak2-an ngerebutin cowok ?
Bwah.. Gw sering banget… Mana ceweknya yg terlibat perang baratha yudha di kantor ganti2 mulu lagi…
Arrrggghhhhh !!!!
Helal ®
The power of network, knowledge and love
Posted on on September 16th, 2009 in
sosial
|
No Comments »
merah kuning ijo di ijab kabul
Temen sekantor gw yg playboy abiezz akhirnya memutuskan untuk mengakhiri petualangannya… Menikah !!!
Gw nggak tau dech siapa menjebak siapa…atau siapa menipu siapa… Intinya sih dia menikah…
Dan berkuranglah jumlah penjahat kelamin di muka bumi ini… Semoga… Amin…
Gw masih inget obrolan puanjang gw dgn dia beberapa waktu yg lalu ttg bedanya poligami dgn punya cadangan illegal yg buanyak
“Helal my friend… Kita ini bekerja di perusahaan multi nasional, di bagian IT-nya pula, so elo tau dong gimana konsep redudancy dan COB begitu kuatnya mendoktrin kita” senyuman iblis pun tersemat di wajahnya…
“Berarti elo mo poligami dunk, emang cewek elo mau” tanya gw polos
“Khan tadi gw bilang lal… Menerapkan konsep redudancy dan cob dalam kehidupan kita tapi nggak poligami” kembali senyuman iblis terpasang diwajahnya sembari kali ini ditambah dengan kedipan mata…
“Yang penting itu compensating controlnya supaya lolos audit… He he he” lanjutnya
Hayyah… Dasar playboy kupret…
Tampangnya biasa aje,, jauh dech dari yg mungkin bisa dibayangin orang… Duit juga pas-pasan malah cenderung mokondo… Modal kolor doang…
Kalo boleh dirangking 1 ampe sepuluh… Gw kasih 4 dech… Kalo ari wibowo 8 lah…
Ama gw juga masih bagusan gw dikit.. Ya… Ga banyak.. Tapi lumayanlah… Daripada die… Xi xi xi
Tapi speak-speak nabinya emang juago banget, didukung urat malu yg kayaknya emang dikasih cuman seiprit ama Tuhan.
Dulu gw sempet bingung ngeliat dia selalu membawa wanita cantik bin miskin yg berbeda beda dari satu malam minggu ke malam minggu berikutnya ke kantor.
Knapa gw bilang miskin… Ya bisa ditebak dunk… Sangking miskinnya tu cewek sampe bajunya yang sudah tercabik-cabik masih aja dipake… alias u can see all if u want and u dare…xi xi xi
Nah bisa dibayangin dong, ruangan IT yg dinginnya amit amit… ada makhluk manies berpakaian compang camping….
Bisa kebayang juga khan pertempuran antara iman dan imron yang terjadi…
“Butuh kehangatan mbak…!!!” Ke ke ke
Tapi betah aja tu cewek-cewek nungguin temen gw kerja… En cuex aja tuch duduk ditengah-tengah kita semua yg mayoritas (99%) cowok…
Sekali waktu gw pernah nanya… “Pelet apa sih yg elo pake en beli dimana…sapa tau bisa gw pake buat ngadepin para wanita penagih tunggakan kartu kredit”
En dia cuman jawab…
“Ini bukan masalah pelet bung ! Tapi servicenya… Servicenya !!! Ini eranya VAS.. Value added service !!! “
Gile dah kayak barang-barang IT aja… Harus ada service khusus biar nggak ngambek bikin senewen orang sekantor…
But anyway, gw sih seneng-seneng aja… Ada hiburan ditengah neraka kerjaan di malam minggu… Daripada melototin monitor mulu… Mending melototin… Ehem… Xi xi xi
Sekarang gw hadir juga di akad nikah dia…
Sebetulnya the most valid reason knapa gw hadir di akad nikah dia ga lain dan ga bukan untuk bener-bener meyakinkan diri gw kalo ini bakal benaran terjadi dan bukan tipuan semata…
Atau… Sapa tau menjadi saksi sejarah kaburnya sang calon pengantin..macam film runaway bride… Xi xi xi
En yg gw kaget, hampir semua mantan cewek dia yg gw kenal hadir di acara akad nikah tsbt…
Rupanya ga cuman gw, tapi temen gw yg punya hajat, si playboy kampret pun nggak kalah kaget…
Entah memang mereka sudah pada saling kenal dan kemudian mendirikan PWKP* (persatuan wanita korban penipuan **nama temen gw**), tapi seolah sepakat mereka semua duduk di baris yg paling depan.
Wah… Seru nech… Bakal ada yg teriak “Objection !!!” Xi xi xi
Ga berapa lama si penghulu pun datang… Widih… Tampangnya angker banget… Serem bet…
Posisi yg sudah di atur, penghulu duduk menghadap ke arah undangan, sementara temen gw duduk membelakangi undangan
Ketika pak penghulu dipersilahkan duduk, dia menolak
“Yang mau kawin kamu khan bukan saya… Kamu harus menghadap kiblat dan harus menghadap undangan, karena mereka juga saksi dari pernikahan kamu…” Dengan suara tegas si penghulu mulai mengatur perubahan tempat duduk
Nah loh… Pertanda nech….
“Ok… Begini lebih baik”
Jadilah temen gw menghadap undangan sementara pak penghulu membelakangi undangan…
Dan tetap… PWKP* duduk dibarisan paling depan… Ga peduli dipelototin oleh para pini sepuh yg protes pingin duduk di depan juga…
“Ok mari kita mulai, kamu sudah siap ?”
“Siap pak”
“Baik, para saksi sudah siap ?”
“Siaap”
“Sebelum kita mulai, saya akan periksa data dari calon pengantin pria dan wanita, untuk menghindari fitnah di kemudian hari dan menghindari tuntutan di akhirat karena saya tidak melakukan prosedur yang seharusnya, dan kamu tidak boleh bohong, ingat… Ini acara sakral disaksikan oleh para malaikat, paham kamu ?”
“Paham pak” jawab temen gw dengan wajah sedikit kaget
Kayaknya tingkat percaya diri teman gw perlahan namun pasti mendadak luntur… Butiran keringat segede jagung mulai menetes..
Wah… Mulai seru nech…
“Kita mulai dari data calon pengantin pria, nama kamu ***”
“Benar pak” jawab teman gw mantap
“Lahir di **** tanggal *** bulan *** tahun ***”
“Benar pak”
“Kamu belum pernah menikah sebelumnya”
“Ehem ehem” ada suara cekakak cekikik dari barisan yg paling depan
“Bbelum pak” suaranya mulai terdengar agak berbeda..
Sang penghulu menatap tajam temen gw…
“Kamu masih perjaka ?”
Riuh rendah suara cekakak-cekikik makin terdengar santer di barisan yg paling depan…
Kali ini, bapaknya, calon bapak mertua dan para saksi menatap tajam temen gw yg berusaha bgt menjawab pertanyaan tersebut tapi entah knapa suaranya ga mo keluar
Ditengah keheningan yg mencekam….. tiba-tiba…
OMG!!! aje gile…!!! Para PWKP* mulai beraksi… Ada yg mulai buka kancing atas baju mereka… Ada yg duduknya mulai nggak sopan… “Open my gate !!!”, Sambil memanggil nama temen gw dgn suara lirih yg mengundang…
Hua ha ha… Seru nech…. Biar mampus !!!! Xi xi xi
Helal ®
The power of network, knowledge and love
Posted on on September 12th, 2009 in
sosial
|
No Comments »
Astaga… gempa pun mereka mau klaim…
GEMPAAAA !!!
Teriak gw panik…. sementara temen-temen gw menatap bengong kayak ayam kena tetelo…
Gile… dah pada dicabut kali ya kenikmatan rasa takut mereka oleh Allah…. atau gimana… gw bingung…
Dahsyat !!!
Ga ada angin ga ada hujan… lantai mendadak bergoyang-goyang… luar biasa goyangannya… ga pake pikir panjang… gw ambil aja kunci mobil, handphone, en laptop.. eh laptop nggak jadi deng… laptop kantor ini…. gw tinggal aja… xi xi xi
Ga berapa lama temen-temen gw akhirnya pun berhamburan ke luar ruangan mengikuti jejak gw…
Astagfirullah….
goncangannya makin menggila… semua orang berlari menuju tangga darurat… Suasana begitu mencekam… langit-langit dinding (enternit) mulai berjatuhan menimpa kepala kita semua…
Allahu Akbar !!!
Kepanikan melanda…. Teriakan demi teriakan menggema di sepanjang lorong tangga darurat…
Untungnya latihan firedrill yang selama ini sering dilakukan dan dikutuk oleh kita semua (karena sering dilakukan secara mendadak di tengah kesibukan kerja), disaat-saat kritis kayak gini memang ada manfaatnya.
Para firewarden bisa menenangkan masa dan mengatur antrian turun sehingga bisa terhindar dari desak-desakan dan terhindar jatuhnya korban karena terinjak-injak
Gemetar juga gw, en gw perhatiin semuanya mendadak menjadi agamis, pada inget Tuhan, pada nyebut nama Tuhan dari yg gw kenal ampe gw nggak kenal… nanti aja dech gw cari tahu agama dia apa, kok nama Tuhan-nya ga pernah gw denger sebelumnya…
Sembari berdoa dalam hati, gw coba update bos gw serta keluarga gw… Kebiasaan multitasking serta doktrin tentang crisis management emang ga lepas dech…
Tiba2 dari belakang gw negor, “pak, lagi darurat nech, jangan nelp or sms, cepetan jalannya”
“Jiah.. Justru karena darurat gw berusaha update bos gw… keluarga gw… , lagipula kalo lu mo cepet sampe ke bawah, knape ga loncat dari balkon aja sih… Dasar orang Indonesia… nggak bisa banget sih ngantri….. kalah ama bebek…. Ga liat ape antrian segitu panjang en ga bisa lari juga khan, lagipula gw juga nggak berhenti di tengah jalan halangin yg lain !!! masih untung gw nggak update facebook or twitter or what… Bikin gw esmosi aja… Bisa batal nech puasa…!!!” Gerutu gw dalam hati
Sesampenya dibawah, gw masih aja gemetaran… itu sms nggak selese-selese juga gw ketik… parah… kayak kena parkinson… belum lagi jalur telp yang ga bisa diajak kompromi, biar sinyal full mentok, tetep aja nggak bisa telp.
Bener-bener ngalahin jelangkung tuh gempa… datang ga diundang, pulang nggak diantar…. nebar teror pula…
Beberapa saat setelah suasana mulai terkendali, dan jalur komunikasi mulai bisa diajak bekerja sama, mulai dah… kanan kiri gw mendadak pada jadi autis… update facebook, twitter dan lain sebagainya.
Riuh rendah orang bercerita mengenai pengalaman yang barusan dialami malah bikin gw panik, jangan-jangan tu gempa balik lagi gara-gara panas kupingnya diomongin ama orang buanyak….. (***mungkin nggak sih ?***)
Ada yg bersyukur habis-habisa-an… Ada yg ngomel nggak karuan…
“Gimana sih nech gedung, bobrok amat, masa atapnya pada rontok, gw khan baru aja creambath pas makan siang tadi, kotor deh rambut gw, mana baju gw baru di laundry!!”
lantas gw sendiri gimana ?
Layaknya orang beriman pada umumnya dan orang “jawa” pada khususnya yang selalu bersyukur dan merasa masih beruntung dibandingkan orang lain yang tidak seberuntung gw…
Gw bersyukur karena pas kejadian gw nggak lagi di kamar mandi… biasanya jam segitu gw lagi di kamar mandi… cari ide sambil nulis or baca….’
Kalo iya khan gawat… bisa jadi tarzan sendirian gw sambil ada yg gondal gandul… depan belakang…. xi xi xi….
Bingung gw mo ngapain, mo ambil mobil yang di basement, takut juga nanti ada gempa susulan… mo cari data lewat internet… ga ada update… kayaknya masih pada kabur juga para jurnalisnya… ya udahlah… ikutan gosip aja ama yang lain sambil nunggu pengumuman dari pengelola gedung.
Setelah beberapa saat menunggu sambil memperhatikan tingkah laku unik sekeliling gw, akhirnya pengelola gedung mengumumkan bahwa keadaan sudah aman dan aktivitas dapat dilanjutkan kembali….
“Gimana bos ? Kita naik ga, dah pada masuk tuch ” tanya temen gw ke gw
“Ntar aje, tunggu para bos besar masuk duluan” sahut gw pendek seraya menunjuk ke sekumpulan orang yg masih berdiri di pojokan deket warung kopi
“Mereka khan gajinya gede bgt, perusahaan ga mo rugi dong, kehilangan orang pentingnya plus bayar asuransinya, pasti di make sure kalo semua ok”
“Iye juga ya… ”
Alhasil akhirnya kita berlima ngebuntutin tu para bos besar masuk ke gedung en naik ke atas lagi, dalam perjalanan ke atas BB gw menjerit lemah… masih stress juga kayaknya gara-gara gempa tadi…
Bip bip…. bip bip… ada message masuk….
“Breaking news !!!!”
“Malaysia mau mengklaim bahwa gempa barusan itu milik mereka juga”
Astaga… gempa pun mereka mau claim…
http://helallf.wordpress.com
http://helallf.blogspot.com
http://helallf.blogdetik.com
Ngapain ngurusin “Maling-Sia”
Negara lagi heboh…..
Belum juga selesai urusan bom mem-bom dengan segala macam teori konspirasinya… Termasuk kemungkinan adanya keberhasilan intelejen tetangga yang berkeluyuran serta memasok segala macam bom yang diledakkan, hingga keterlibatan kader salah satu partai yang kalau isunya dimainkan secara lebih apik bisa memojokkan partai tersebut sebagai sebuah institusi dan bukan lagi pribadi, serta masih banyak teori2 konspirasi lainnya.
Sekarang dihebohkan dengan diklaimnya tari pendet warisan budaya kita oleh kembali negara tetangga kita…
Pikiran nyeleneh gw mungkin agak sedikit berbeda, kalo gw pikir sih ngapain juga ribut-ribut heboh ga karuan…
Bukannya kita dah biasa dicolongin oleh negara tetangga ? Dari mulai yg kelihatan sampe yg ga keliatan.. Baik yang disadari maupun tidak..
Berapa banyak pulau-pulau kita yang segede alaihim sampe hilang sama sekali karena dicolongin pasir lautnya untuk reklamasi pulau tetangga
Berapa banyak hutan-hutan kita yang dulu lebat sekarang gundul segundul-gundulnya karena dicolongin oleh negara tetangga..
Berapa banyak budaya kita yg sudah diclaim, dipatenkan sebagai milik tetangga… Tari reog, tari pendet, keris, lagu rasa sayange, etc
Berapa banyak produk kita yg sudah dipatenkan oleh negara lain, dari mulai tempe, batik, etc
Dan masih buanyak lagi hal2 lainnya…
Jadi gimana ya.. Ya karena toh pemerintah kita kayaknya selalu kalah eh makudnya ngalah untuk hal-hal seperti ini… en kayaknya pemerintah kita ga terlalu perhatian sama budaya sendiri, aset bangsa sendiri… Soale kalo perhatian, knapa ga dari dulu semua asset kita baik yg berupa budaya, produk, dll dipatenkan ? Dijaga, dipelihara etc etc etc
Mending kita berpikir positif aja…
Bahwa pulau-pulau yg ilang itu dipake untuk sesuatu yg lebih bermanfaat… Mensejahterakan rakyat negara tetangga… Daripada mubazir… Disini ga diurus…
Bahwa negara tetangga kita ga punya kebudayaan yg sebanyak, seindah dah seterkenal negara kita
Bahwa negara tetangga lebih perhatian dari pada negara kita sendiri kepada asset-asset bangsa kita dan membantu untuk mempromosikannya untuk kita
Dan jangan-jangan mereka belajar dari kita dalam soal colong menyolong, claim-mengclaim… Khan guru kencing berdiri murid kencing berlari… Jadi anggap aja mereka itu murid murtad….
En bukannya mereka satu rumpun dengan kita… Jadi ya…mungkin aja sudah ada gen turunannya buat masalah colong mencolong en claim mengclaim…
Jadi knapa musti ribut ? Daripada stroke mikirin sendirian karena sebentar lagi juga sudah pada lupa mending kita berpikir positip aja… Dan berdoa banyak-banyak… Semoga pemerintah kita, bangsa kita menjadi lebih perhatian dan menjaga asset-asset bangsa yang telah diberikan oleh Allah serta diwariskan dari nenek moyang kita untuk selanjutnya dipergunakan untuk kesejahteraan anak cucu kita
So… Bener khan… Ngapain juga kita ngurusin “maling-sia”… Gitu aja kok repot
Lomba Sepeda Hias Tujuh Belasan…. Bencana membawa nikmat
Lomba Sepeda Hias Tujuh Belasan…. Bencana membawa nikmat
Seminggu menjelang lomba sepeda hias dilaksanakan, istri dan mertua gw uring-uringannya bertambah dahsyat….
Menurut mereka, ini adalah ritual tahun yang hukumnya kudu wajib musti harus diikuti… Dan ini adalah tahun kedua kami mengikuti lomba sepeda hias di kompleks rumah kami.
Mengapa tahun ke dua, karena memang anak gw baru berumur 2 tahun lebih dikit…
Satu hari setelah perlombaan sepeda hias tahun lalu usai… setelah berhasil menyabet peringkat juara harapan satu, bini en mertua gw dah mulai ngebayangin tema apa yang akan digunakan untuk lomba sepeda hias tahun ini…
Ck ck ck… gw jadi bingung.. sebenarnya yang seneng itu anaknya atau orangtuanya sih ?
Kembali ke persiapan sepeda hias tahun ini, uring-uringan mereka sebenarnya sudah mulai terasa sejak 3 bulan yang lalu, dan semakin terasa dahsyat ketika mendekati hari H…
Luar biasa gawat dech … mulai terjadi demo dan pemboikotan yang bertubi-tubi datang silih berganti… Yang mulai mengancam kestabilan, ketentraman serta keamanan rumah tangga pada umumnya dan gw pada khususnya… ke ke ke…
Mana sekarang peserta protesnya bertambah satu lagi…. Anak gw… hiks…
Sebenarnya… gw sendiri sih bukannya males… or segan or nggak mau berpartisipasi….
Cuman… alasan masuk akal yang bisa gw berikan adalah :
· ga ada waktu…. Super sibuk dengan urusan kantor…
· ga punya ide… secara gw bukan seniman…
· ga jago dalam merakit-rakit serta menghias-hias… sekali lagi.. gw bukan seniman..
· males berantem en berdebat selama proses pembuatannya…
· apa lagi ya… oh ya.. di hari pelaksanaan gw masih di luar kota.. ada acara outing kantor….
pokoke ada sejuta alasan dech…
Sebenarnya gw dah coba browsing-browsing di internet… biasanya khan banyak tuch orang-orang yang menawarkan jasa pembuatan sepeda hias dengan berbagai macam model… dari mulai tank, pesawat, mobil, bus, de el el, de el el…
Tapi kok nggak ada ya… padahal.. seharusnya khan seperti prinsipnya para konsultan ya.. your problem is my opportunity… dan gw yakin banget pasti buanyak bapak2 muda macam gw ini yang bernasib sama…
Berhubung karena pemogokan dan pemboikotan kian ganas serta terlihat adanya tanda-tanda untuk menghubungi komnas perlindungan anak… (apa coba hubungannya ya …? Gara-gara sepeda hias doang… Sigh…), maka akhirnya dengan terpaksa gw ambil cuti 1 hari untuk mengerjakan sepeda hias anak gw.
Ide yang disepakati adalah membuat kapat terbang…. Yang dalam bayangan otak gw is so simple… gw bikin aja kayak pesawat tahun 30-an… Itu lho model pertama kali pesawat ada…. Khan kayaknya gampang tuch… xi xi xi…
Tapi ternyata…..tidak semudah dan sesimple yang dibayangkan… nggak syncron antara imajinasi gw, bini gw, mertua gw…. Serta anak gw…. Intinya maunya bikin pesawat boing 747 model yang terbaru… nah loh… gimana caranya ya…
Bisa ditebak dunk… yg gw takutkan pun terjadi… perang Baratha Yudha selama proses pembuatannya….
Dan seperti halnya perang dunia ke-1 dan ke-2… terjadi expansi dari medan tempur sesungguhnya menjadi melebar kemana-mana… baik issu utamanya maupun peserta konfliknya….
Alhasil, Tante gw pun ikut terjun langsung ke medan pertempuran pembuatan sepeda hias… dah kayak liga sepakbola.. ada transfer pemain asing untuk meramaikan jalannya pertandingan….
Tante gw ngebela-belain datang dari luar kota untuk membantu menghias sepeda anak gw…. Lengkap dech keramaian di rumah… 5 kepala buat satu sepeda… sigh….
Banyak kesepakatan awal yang dilanggar… contohnya… karena gw dah menduga akan ada banyak friksi selama proses pembuatannya… terutama proses akhirnya.. itu lho bagian dekor… atau bahasa kerennya finishing touch…. Maka dari awal gw dah bikin ancang2 dong… gw bilang bahwa keterlibatan gw cuman pembikinan kerangka dasarnya… urusan finishing touch.. urusan bini, mertua, tante en anak gw….
Ya.. bisa ditebak khan… setelah kerangka pesawat jadi…(***yg menurut gw lebih mirip bajai or kapal boat dari pada pesawat xi xi xi…***)… tetep aja… gw harus terlibat di medan pertempuran selanjutnya… pembuatan dasar untuk dekorasi… serta dekorasinya… arrgh….
Dengan berbekal mental mo kabur outing… gw pun ikut serta dalam pertempuran tahap ke dua… pembuatan dasar untuk dekor…
Akhirnya… setelah pertempuran tahap ke 2 selesai… gw berhasil melepaskan diri…. Gw tinggal bini gw dan mertua gw kabur outing…. Tadinya gw males bawa mobil sendiri… ke Anyer bro.. From bekasi to anyer !!!! Lintas 3 propinsi !!! Tapi tatapan mata sendu anak gw… bini gw… akhirnya… gw putusin bawa mobil sendiri…. Dengan janji untuk berupaya pulang sepagi mungkin agar ga ketinggalan acara lomba sepeda hias….
Sepanjang acara outing.. gw mikir… gimana ya perang bubat di rumah… dah selesai blom ? mana nasib sial selalu mengikuti gw dari mulai hp gw yang rusak berat gara-gara kecebur di wc rest area tol jkt-merak… kebanting di acara tarik tambang… di coret dari daftar undian grand price gara-gara pulang duluan… huh… curang nech panitianya.. tau gitu gw nggak usah datang sekalian…. nggak deng… niat gw datang buat partisipasi ngaremein acara kantor … (set mode sok bijak : on)… tapi khan…. (teteup ngarep)
Alhasil gw beneran jadi kayak supir bis malam AKAP (antar kota antar propinsi)… dari Pondok Gede - Anyer…. Anyer – Pondok Gede. Untung gaya nyupir gw nggak pake acara miring kanan… xi xi xi….
Minggu pagi hari gw pulang duluan… sampe rumah kira-kira jam 12an siang…. Ah… gw liat rumah gw adem anyem… suasana tentram en damai… wah kayaknya dah beres nech.. syik asyik… damai dunia akhirat… gw bisa tidur siang dulu sebelum nanti sore berlomba.
Masuk ke dalam rumah… gw beneran terkejut… menatap ngeri sepeda hias anak gw…
gile…progressnya ga significant banget dari sebelum gw berangkat outing. Ga berapa lama istri gw keluar dari kamar tidur… menatap bahagia dan memanggil seluruh bala tentara…. “ayah sudah pulang… mari kita lanjutkan prosesi menghias sepeda kita..”
OMG, what had happened… gagal rencana tidur siang gw nech….
Setelah membereskan diri sejenak akhirnya gw kuatkan mental untuk bergabung bersama gegap gempitanya pasukan penghias sepeda…
Iseng gw bertanya… “kok sepedanya blum selese bund, kirain dah beres”
“ah nggak seru nggak ada ayah… ga ada yang diajak berantem… ide nggak keluar…”
$#@%@$!!!! CIAAAAAT bin GUBRAAAAK !!!@#@$#!$#$#$!
Ya wes lah… akhirnya gencatan senjata pun terpaksa dilanggar… perang dunia ke 3,4,5, 6 pun terjadi lagi….
Dengan waktu yang terbatas, hanya 3 jam, bisa ditebak donk… betapa besar pressure yang ada untuk menyelesaikan sepeda tepat pada waktunya…
Ditengah kesibukan… tiba-tiba istri gw terdiam mendadak… wah… gawat nech… feeling gw menyatakan something can go wrong…
“yah… kalo kita ganti tema… gimana.. ? sempet ga ya…?”
Gw, mertua gw, tante gw minus anak gw yg lari sana lari sini…. Menahan nafas saling berpandangan….
“ah tapi nggak usahlah.. nanti malah ga ke kejar…”
Huah… thanks God !!! you save us from another war….
Ga terasa waktu berjalan cepat…
Selese juga akhirnya… Pesawat ala apa ya… Pokoke bagus dech (***set mode cari selamat : on ***)
Tapi ketegangan rupanya ga berakhir disitu, masalah baru pun timbul…. Baju seragam…
Entah knapa celana putih yg baru aja gw beli ga muat… Dahsyat… Masa sih gw bisa nambah berat badan sedemikian significannya dalam waktu 3 hari ?
Blum apa-apa itu celana dah mentok di pinggul, belum lagi menghadapi perut gw !!!
Gawat nech…
Bener dach….
“Ayah… Knapa waktu beli ga dicoba sih ??!!! Gimana sih !!! Bisa kalah kita gara2 ayah “
“Waduh…. Khan waktu belinya bareng bunda… En mana mungkin dicoba wong ga ada tempat nyobanya… Masa ayah nyoba di depan tu spg sih” (***sebenarnya sih.. ngarep juga.. maniez banget tu spg…xi xi xi***)
Untung ada celana cadangan yang masih muat… Selamat dah gw… Masa musti mabur ke mall dulu buat nukerin tu celana
Sesampainya di tempat perlombaan, segala capek, lelah… Hilang sudah… Berganti dengan kebanggaan… Sepeda anak gw paling bagus oiii…. Belum lagi kebahagiaan meliat anak, bini, mertua and tante gw yg sgt menikmati acara tersebut…
Ketemu tetangga, ketawa ketiwi, lomba ini… Lomba itu…
Juara 1 untuk kategori sepeda hias pun kita sabet… Ga percuma khan kerja keras plus penderitaan mental selama ini… J
Malampun tiba… Waktunya tidur… Sesuatu yg gw tunggu-tunggu… Huah… Ngantuk…
Sehabis mengantar anak tidur… yang tidur dengan senyum bahagia tersungging di wajahnya… biarpun gw nggak tau apakah dia bahagia karena menang sepeda hias atau karena bisa berlarian kesana kemari dengan teman-teman seusianya, gw pun merebahkan diri disamping bini gw yg sudah duluan ada di tempat tidur…
“yah tema tahun depan apa ya….Kayaknya yang bagus…kita bikin bus yah…”
Bla bla bla…..
Sementara istri gw masih sibuk dengan khayalannya mengenai tema sepeda hias tahun depan… mata gw nggak bisa diajak kompromi lagi…
“Helal… Ayo kamu bisa…” Teriak nyokap bokap gw menyemangati..
Tiba2 gw melihat teman-teman waktu jaman sd gw dulu sedang berlari mengejar gw…. riuh rendah tepuk tangan tetangga kanan kiri rumah lama gw waktu dulu… loh kok…
Oh My God !!! Gw lagi ikutan lomba lari 17an di rumah gw waktu kecil dulu…. !!!
I’m back to my childhood!!!
Horeee… Gw bisa ikutan lomba makan kerupuk lagi… Lomba balap karung lagi… Etc…
I loved my childhood… I love tujuh belasan !!!
Sinetron I$#%#%?H…… Jamane-jaman edan sopo sing ora edan ora kedhuman
Sinetron I$#%#%?H…… Jamane-jaman edan sopo sing ora edan ora kedhuman
“Yah… Ada transaksi bom…. Panggil densus 88 !!!” dengan nada setengah berbisik namun diiringi gebukan2 dahsyat mencoba membangunkan gw dari tidur lelap
“ada apa sih bund” sahut gw antara sadar dan tidak sadar…
“Ada transaksi bom… panggil densus 88” jawab istri gw cepat dengan tetap berbisik, dengan intonasi nada yang rada panik dan tetap gebuk-gebuk gw…
“beneran nech…”
“iya.. beneran…ngapain juga bunda bangunin ayah…” sahut bini gw dengan mimik muka serius…. “liat aja sendiri…”
Mata gw yg tadinya tertutup rapat, dijait oleh belek mendadak terbuka lebar… lebar buanget….
Pemberitaan mengenai kasus JatiAsih Gate ataupun reality show ala TemanggungWood yang masih hangat-hangatnya dibicarakan, bahkan berita teranyar mengenai baru saja ditemukan bom baru lagi di daerah bogor berhasil dengan sukses membuyarkan mimpi indah gw dan mengalahkan akal sehat gw….
Dengan sigap diiringi jiwa patriot untuk membela nusa bangsa (mo tujuh belasan bo) gw pun sekonyong-konyong berdiri….
“Dimana… ? di lapangan depan rumah atau jalan samping rumah ? (kebetulan rumah gw di hook jalan raya utama dan depannya ada lap voli).
“Siapa ? emang ga ada satpam ” seraya gw mencoba menggapai hp di meja deket tempat tidur mo nelp densus 88 ceritanya… (brapa sih ? gw baru sadar kalo nggak tau.. xi xi xi)
Serentetan pertanyaan meluncur cepat dari mulut gw yg mulai sinkron dengan otak serta jiwa gw…
“Di sinetron I#@$@%h” jawab bini gw santai menunjuk ke tipi
“AAARRRRGGGGHHHH, bunda nech… becanda aja” umpat gw jengkel…
“lho bener… liat aja sendiri tuch….”
Dengan tersenyum puas penuh kemenangan serta kebahagian, istri gw pun pergi tidur…
Sementara gw…. Akhirnya ….. kejebak nonton sisa sisa tu sinetron dilanjutkan nulis beginian nech….
Ck Ck ck…. Gw nggak ngerti knapa sinetron I#@$@%h bisa banyak yang suka ya….
Gw nggak tau ni sinetron ratingnya berapa, tapi menurut analisa sederhana gw, sinetron ini lumayan laris manis… ditandai dengan banyaknya jumlah episode dan obrolan para ibu-ibu di pagi hari sembari mengerumuni tukang sayur…. Belanjanya cuman se-iprit tapi perbincangannya huangat buanget bin seru… bisa 2 jam sendiri….. ngalahin debat-debat yang di tipi….
Kayaknya musti ada rekor muri untuk kategori ini dech… siapa yang paling lama nge-gossip sambil belanja sayur…. xi xi xi
Sinetron yang menurut gw luar biasa super duper aneh…. Menggambarkan sebuah keluarga aneh… dengan tokoh sentral seorang cowok yang luar biasa kayanya, luar biasa genitnya…. yang dikelilingi… teteuppp…. Banyak wanita… dari mulai yg keliatan hingga nggak keliatan… xi xi xi….
Pokoke Sinetron yang super duper lengkap banget dech
Ada poligami abstrak dalam satu rumah… sampe gw bingung… yang ini istrinya sapa…. Hubungannya apa… knapa tinggal di rumah itu… kok kalo gw itung-itung lebih dari 4 (empat) wanita cantik dalam satu rumah….
Ada perebutan harta…. Dari mulai harta gono gini sampai harta karun….
Ada perselingkuhan… anak naksir ibu tirilah….. istri anak jalan sama calon adik iparlah… bah ribet…
Ada tindak pindana kriminalitasnya juga…. Dari mulai pemerkosaan dalam satu rumah, pencurian, de el el
Ada KDRT-nya…. Buset deh dari mulai tampar menampar dan teriakan yang memekakkan telinga… ala soang dikasih toa
Ada mistisnya…. Acara perdukunan dari santet, pelet…. Dari kuburan hingga genderuwo… untungnya genderuwonya seksi… en mau dikawinin pula xi xi xi
Ada terorisme dalam rumah tangga…. Aksi spionasi… satu sama lain… de el el
Dan yang barusan aja terjadi…. Transaksi bom… hayah….
Busyet…ga habis pikir gw…
Dalam pikiran nyeleneh gw… mungkin sinetron ini mencerminkan budaya bangsa kita ya.. jadi berhasil memikat banyak pemirsa.
Orang kita khan terkenal munafik… suka ngelakuin tapi nggak suka ngakuin… plus didukung budaya asia yang lebih tertutup….Tepo seliro dan Tenggang rasa katanya….
Jadi suka malu-malu kucing.. untuk mengakui sesuatu yg sudah umum terjadi… kayak korupsi berjamaah misalnya….
Alhasil kalo ditunjukin sebuah parodi yang mencerminkan keadaan tersebut… kayaknya pada banyak yang suka tuch….
Ada yang tersenyum malu-malu kucing merasa tersindir tapi menikmati…
Ada yang dengan bebas mentertawakan dan menghujat cerminan dirinya…
Dan terlepas dari seberapa super duper anehnya tu sinetron, menurut gw, cerdas juga tuch sang sutradara dan penulis ceritanya… bikin sesuatu yang sebenarnya mirip dengan sinetron-sinetron lainnya namun dengan gaya yang unik… dengan tujuan… menghibur atau mendidik ya… ?
Nggak jelas sih.. alias absurbd… soale menurut pemikiran nyeleneh gw juga… Di kita ini masih blum akur antara teori dan praktek.. dan terlalu buanyak definisi tentang sesuatu hal menurut sudut pandang dan kepentingan masing-masing… sehingga akhirnya… antara mendidik dan menghibur juga nggak jelas….
Kalau dibilang sinetron itu mendidik… mendidik apanya… wong isinya kayak yang gw sebutin di atas, tapi khan pembelaannya pasti ada… bahwa mencoba menunjukkan dan menggambarkan realita di masyarakat mengenai sesuatu hal supaya masyarakat bisa belajar dan tidak melakukan hal yang sama…
Kalau dibilang sinetron itu menghibur… bingung gw… definisi menghibur itu khan membuat orang senang… kok pada seneng ya ngeliat hal-hal yang secara teori tidak disukai dan ditentang….
Aha… kembali dech ketidak akuran antara teori dan praktek….. jadi ternyata banyak juga diantara kita yang senang melihat cerminan diri sendiri….
Memang ya.. di alam yang katanya demokrasi ini… dimana kebebasan katanya dijunjung tinggi… jadi susah kayaknya mendefinisikan kebebasan tersebut serta mengaturnya… kalo diatur… dikit-dikit melanggar ham… dikit-dikit melanggar ham…
Padahal dalam hidup ini khan nggak ada kebebasan yg mutlak….
Elo bebas teriak-teriak dengan suara cempreng elo…
Tapi gw juga bebas buat nggak denger suara cempreng elo sama sekali…
Elo bebas ganti acara tipi semaunya
Tapi gw juga bebas nentuin acara tipi yg gw mau….
Elo bebas mao idup selamanya….
Tapi Tuhan bebas juga nyabut nyawa elo kapan aja…
Dan masih banyak contoh lain yang membuktikan bahwa di satu titik akan terjadi persinggungan, dimana kebebasan seseorang pasti dibatasi oleh kebebasan orang lain…
Maksud gw…. Tetep harus ada aturan yang mengatur, supaya masyarakat lebih beradab…. Itu khan sebabnya Tuhan nurunin kitab suci… yang isinya peraturan untuk mengatur hidup manusia….
Nggak bisa disamain kayak teori ekonomi mengenai persaingan bebas…. Maunya semua diserahkan kepada pasar… persaingan terbuka… pasar yang menentukan harga…
Waduh… kalau diserahkan kepada mekanisme pasar… bisa gawat… jadi masyarakat sendiri yang disuruh menseleksi dan memilih mana acara tipi yang tepat buat dirinya…. secara masyarakat kita yang benar-benar terdidik cuman berapa persen sih dari sekian ratus juta jiwa… itupun konsentrasinya di kota-kota besar….
Nah… yang di pedesaan gimana… yang pendidikannya ga terlalu tinggi.. Masih polos… nelen mentah-mentah apa yang didapat… ga terlalu punya filter yang kuat….karena kurangnya pengetahuan dan wawasan yang dimiliki….akibat ketidak mampuan mereka mengakses dunia pendidikan karena keterbatasan dana.
Yang begini ini… secara tidak langsung memicu perbedaan budaya antara lapisan masyarakat dan bisa memicu friksi antar lapisan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung.
Sehingga para pencuci otak macam gembong-gembong teroris bisa dengan mudah merekrut para “pengantin bom bunuh diri” untuk melampiaskan kekecewaannya terhadap ketidak adilan yang secara real dirasakannya atau secara imajiner tambah berat dirasakan akibat menonton tayangan-tayangan sinetron yang mayoritas menunjukkan kebahagian dengan tingkat ukuran kekayaan serta kemewahan.
Kesenjangan sosial kian dirasakan oleh rakyat bawah… jadi bingung khan.. ini menghibur atau “menghibur”… mendidik atau “mendidik”
jadi inget sastra jawa kuno….
Jamane-jaman edan sopo sing ora edan ora kedhuman nanging isih bejo wong kang eling lan waspodo.
Jamannya jaman edan siapa yang tidak ikut edan tidak dapat bagian. Tapi masih beruntung orang yang ingat kepada Alloh dan waspada.
Tapi itu pikiran nyeleneh gw…. Bagaimana pendapat anda ?
PS :
Antara kritik dan promosi beda tipis khan….
Kalo setelah ini anda yang tadinya nggak nonton jadi nonton itu sinetron… alhasil gw malah lebih berhasil mempromosikan sinetron ini khan kepada anda daripada mencegah anda untuk tidak menontonnya…
Atau….
Karena cerminan dari diri anda juga… xi xi xi………
Standarisasi… sinergi dunia pendidikan dengan dunia kerja….
Standarisasi… sinergi dunia pendidikan dengan dunia kerja….
Bah… Sekali lagi bah…
Piye iki… Sudah jam 1 pagi otak tak mau pula diajak kerja sama, sudah nggak mau dicecokin bahan-bahan ujian BSMR…. Ora mudeng mudeng…
Jurus-jurus SKS alias sistem kebut semalam yang jitu diimplementasikan waktu jaman-jaman kuliah dulu kayaknya nggak bisa dipake lagi buat ujian pagi ini
Huh… kalo bukan karena aturan yg mengharuskan untuk mengambil sertifikasi ini, tak mau pula awak bersusah payah menghafal dan menghafal
Macam mana pula ini kawan…. Sudah lelah bekerja, dipecut hingga larut malam…. musti belajar ilmu baru plus menghafal pula..
Ilmu baru ini sebetulnya sangat menarik…. tapi sampeyan tak kasih tau ya… sang instruktur mengajarnya secepat bis malam antar propinsi…. nggak ada pelan-pelannya… ga peduli tikungan atau polisi tidur… hajar bleh…
Mungkin karena dia merasa kita ini semuanya sudah punya dasar atau karena penghematan yang dilakukan oleh perusahaan, sehingga training yang seharusnya diadakan 5 hari dipadatkan menjadi 3 hari… sigh….
Atau mungkin juga karena kinerja otak yang sudah melambat yang ada korelasinya dengan faktor U (umur) serta sudah dipenuhi oleh utang piutang kerjaan, baik kerjaan kantor maupun kerjaan rumah…
Sempet terlintas untuk bikin contekan….. tapi….. kalau ketangkep or ditegor sama pengawasnya gimana ? malu lah awak nanti di kantor…. apa kata dunia ?
Bah, knapa pula gw jadi berlogat logat campur-campur begeneee. Sudah nggak bener nech… bener bener nggak bener… Terjadi disorientasi di otak gw kayaknya…. dah lah santai dulu…. Kita mikir yg ringan-ringan aja…
Sembari nikmatin lagu-lagu slow bin romantis… gw jadi inget, betapa bahagianya setiap kali ngambil training yang diselenggarakan oleh kantor, sebuah ritual refreshing dan perbaikan gizi yang dibayarin kantor….
Kok bisa begitu ??? karena biasanya diadakan di luar kantor, di sebuah hotel berbintang….
So dah bisa ditebak donk… jauh dari rutinitas kantor dan yang paling penting adalah menu makanan yang biasanya nikzat… nikmat bin lezat.. ke ke ke….
Sekarang sih karena krisis ekonomi yang terjadi, trainingnya dirubah menjadi in-house training… di training centre… Hiks… tapi tetep aja masih lumayan daripada nggak sama sekali khan… xi xi xi
Biasanya di sepanjang training, sebagian besar bahkan mungkin seluruh pesertanya masih sempat melakukan multitasking job, dari mulai menerima telp baik untuk urusan kantor maupun urusan pribadi, masih sempet ketawa ketiwi, browsing ke internet, update facebook, chatting de el el
Tapi untuk training yang satu ini agak berbeda. Hampir seluruh peserta mengikuti training dengan penuh khidmat, bahkan kalau bisa tidak berkedip sama sekali
.
Memandang mulut sang trainer yang bergerak monyong kiri monyong kanan… dengan suaranya yang super cempreng… menyampaikan materi training yang coba disimak dengan seksama…. sementara otak mencoba menangkap bahan-bahan yang disampaikan, merangkainya dalam sebuah bahasa yg gampang dimengerti…. Dan cilakanya… nggak ngerti ngerti juga hua ha ha ha
Entah issue atau bukan namun berita mengenai sanksi administrative yang menghantui berupa turun jabatan dan atau pemotongan gaji membuat semua orang menjadi serius, en berusaha dengan keras… sekeras-kerasnya… supaya bisa lulus diujian nanti, males ngulang lagi karena kalau nggak lulus, selain malu dicela-cela oleh teman2 sekantor…. ngabisin waktu… en ada kemungkinan disuruh bayar sendiri pula buat ngulangnya…..
Tapi bener ya kata para orang bijak.. “Tujuan hidup akan menjadikan hidup lebih berarti dan bermakna tidak sekedar menjalaninya dengan biasa aja…”
Training kali ini menjadi lebih berarti karena tujuannya juga ada… supaya lulus… ga sampe kena sanksi administrative berupa turun jabatan or potong gaji… jadi pada serius khan…… hua ha ha
Belum lagi ujian BSMR itu khan ada levelnya dari mulai level 1, 2, 3, 4 dan 5. Ketentuan apakah kita harus mengambil sertifikasi, minimum level berapa sertifikasinya disesuaikan dengan level organisasi di kantor.
Gw sendiri bingung juga nech… harus bersyukur or ngedumel…. soale secara organisasi, gw harus ngambil BSMR hingga minimum level 2.
Satu aja segini ribet, gimana yg selanjutnya yak ? … just get it done aja dech….
Katanya sih, di 2010, semua karyawan bank yang terkena wajib sertifikasi, harus sudah mencapai level minimum yang disyaratkan, so bisa ketebak dunk, semua ngebut untuk mendapatkan sertifikasi, terutama yang levelnya buanyak tuch, ga kebayang dech, bisa setahun kerjanya cuman training en ujian. Itu kalo langsung lulus, kalo kagak ?
Mulai dech pikiran liar gw berkeliaran, gw jadi inget gegap gempita anak-anak sekolah yang beberapa waktu yang lalu baru menyelesaikan ujian nasional, sama aja khan sebenarnya, berarti gw pun mengalami ujian nasional di industri perbankan.
Nah.. menarik nech tuk dibahas, tentang standarisasi serta sinergi dunia pendidikan dengan dunia kerja.
Standarisasi
Gw termasuk yang setuju dengan adanya standarisasi di dunia pendidikan, jadi mo belajar dimana aja, di pelosok daerah Indonesia mana aja, kualitasnya sama…. Mo belajar di sekolah negeri maupun sekolah swasta, kualitasnya sama…
Ga peduli perubahan sistem politik, mau sentralisasi kek, desentralisasi kek, pokoknya setiap saat semua orang memperoleh hak yang sama untuk bisa mengakses pendidikan dengan kualitas yang sama di mana saja.
Karena dengan adanya perdagangan bebas yang akan diberlakukan di 2010, baik secara langsung maupun tidak langsung akan meningkatkan tingkat persaingan yang ada, dan kalau kita tidak siap… walah…. Alamat cilaka dua belas rek !!!!
Masak orang Indonesia hanya mampu mengisi level managerial menengah ke bawah atau posisi-posisi pekerja kasar, atau bahkan menjadi penonton saja ???
Masak produk-produk kita hanya sekedar menjadi barang nomor dua dan atau menjadi barang pengganti kalo terpepet saja sih ???? seperti yang saat ini sudah terjadi…
Betapa rakyat Indonesia akan kembali lagi memasuki masa kelam masa penjajahan meskipun dalam bentuk yang berbeda, yaitu penjajahan ekonomi, akibat kesalahan bangsa kita sendiri tidak mempersiapkan SDM-nya untuk bersaing secara regional dan global.
Jika kita melihat dalam kerangka wawasan nusantara, Indonesia Raya tercinta… cie….. maka kita harus berpikir gimana caranya memajukan SDM di seluruh pelosok negeri agar bisa bersaing, dan untuk itu, standarisasi perlu dilakukan.
Harus ada sebuah standard minimum yang sama di seantero negeri, dan kalaupun karena kemampuan keuangan seseorang itu berlebih sehingga dia bisa memperoleh pendidikan yang lebih dari standard ditentukan, itu mah sah sah aja.
Tapi minimal, dengan standard minimum yang diberlakukan, sudah bisa meningkatkan daya saing pemuda Indonesia, sudah mampu menghadapi persaingan yang ada.
Pertanyaan ajaibnya khan, knapa harus memikirkan orang banyak ga diri sendiri aja ?
Soale di suatu titik, kita nggak bisa lagi individualisme, karena kalau sebagian besar rakyat Indonesia susah… cepat atau lambat semuanya akan merasakan susah juga… angka pengangguran bakal melonjak tinggi, tingkat kejahatan merambat naik, tiap hari ada demo, kerusuhan, dll… kecuali kalo harta kita akeh tenan (buanyak sekali) sehingga bisa pindah dari satu Negara ke Negara lain.
Tapi sebaliknya kalau banyak rakyat Indonesia makmur, tentu akan banyak lapangan kerja baru, pengangguran berkurang, tingkat kejahatan menurun tajam… everybody happy and no body get hurt….
Pemerintah, dalam hal ini Dep Pendidikan sangat memegang peranan penting dalam rangka membangun infrastruktur pendidikan baik fisik maupun non fisik (regulasi, dll) yang dibutuhkan yang disesuaikan dengan kompetensi bangsa dalam rangka menghadapi tantangan regional dan global baik saat ini serta masa yang akan datang.
Standarisasi dunia pendidikan dalam bentuk ujian nasional yang menentukan standard kelulusan minimum yang sama di seantero negeri, dengan menggunakan soal yang sama di seantero negeri adalah salah satu bentuk applikasi peranan pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan daya saing SDM Indonesia.
Ga peduli mo gimana cara belajarnya… mo sambil ngangon kambing kek, mandiin kerbau kek, jaga sawah en ladang kek… de el el… tapi ketika mengikuti ujian nasional bisa menjawab dan lulus.
Dan jika perlu, tiap tahun ditingkatkan nilai standard kelulusannya supaya SDM kita semakin siap untuk bersaing di kancah persaingan regional serta global.
Memang awalnya pasti berat, tapi itu harus dilakukan untuk menyelamatkan bangsa ini ke depan.
Dimana ada kemauan disitu ada jalan… For better humanity.. Cie…..
Dan sebetulnya dengan adanya standarisasi pendidikan dalam bentuk penerapan ujian nasional, secara tidak langsung juga mendukung upaya-upaya mempertahankan NKRI… apalagi di era otonomi daerah saat ini… ***dah mau tujuh belasan nech.. ke ke ke***
Standarisasi pendidikan juga bisa mengurangi kemacetan di kota-kota besar, mengurangi urbanisasi dan masih banyak hal positif lainnya.
Ngapain jauh2 pergi dari Papua ke Jakarta untuk belajar, kalau kualitasnya sama saja ?
Ngapain berangkat pagi2 dari rumah untuk mengejar sekolah favorite kalau sekolah yang dideket rumah punya kualitas yang sama. Kalo nggak karena sesuatu yang sangat significan mending pilih yang deket rumah tho…
Belum lagi dukungan dari kemajuan teknologi informasi yang semakin hari semakin canggih, dan penetrasinya yang semakin luas di masyarakat, sehingga kedepan semua orang bisa belajar dari mana aja, di mana aja, jam berapa aja, tinggal ikut ujian nasionalnya aja tho….
Jadi ada cara yang tradisional, ada cara yang digital…. Tapi diujungnya tetep sama ada standard kelulusan yang sama sehingga menghasilkan kualitas yang minimum sama, sisanya terserah masing-masing pribadi.
Sinergi dunia pendidikan dengan dunia kerja
Gw jadi mikir, kalau sekarang untuk ikut ujian sertifikasi BSMR masih dibayarin oleh kantor, gimana nanti ya ? setelah batas waktu berakhir… setelah 2010 ?… setelah semuanya diasumsikan telah menyelesaikan dan mengambil sertifikasi BSMR seperti yang disyaratkan.
Apakah nanti memiliki sertifikat BSMR menjadi salah satu syarat wajib ketika melamar perusahaan yang bergerak di industri keuangan ?
Mengambil contoh seperti yang dialami oleh para pekerja IT khususnya networking, salah satu syarat yang tertulis di iklan-iklan lowongan kerja adalah memiliki minimal sertifikasi CCNA.
Sesuatu yang tidak diajarkan di kampus namun sudah menjadi sesuatu yang umum yang harus dimiliki jika ingin melamar kerja di bidang IT khususnya networking.
Coba aja kita itung duitnya… kurang lebih 5 juta buat ikutan trainingnya, 2 juta buat ikut ujiannya.. jadi total jendral sekitar 7 juta buat mendapatkan sertifikasi tersebut, itu baru yang level terendahnya, gimana yang level selanjutnya.
Dan masih banyak contoh-contoh lain yang saat ini terjadi di dunia nyata, yang menunjukkan gap yang terjadi antara dunia pendidikan dengan dunia kerja, semakin membuktikan bahwa para lulusan kampus belumlah siap pakai seperti yang diharapkan, dan mereka harus mengeluarkan uang lagi untuk mendapatkan sertifikasi keahlian yang disyaratkan.
Adalah harapan semua orang tua, ketika anaknya masuk ke sebuah universitas, maka ketika lulus bisa langsung memperoleh kerja, tapi nyatanya saat ini ?
Terlalu banyak un-expected costnya…. Kesian ya para orang tua kita dulu.. dan kita nantinya… hiks…
Mengutip pernyataan ajaib temen gw bahwa prosesi wisuda sama dengan proses pernikahan…. Dimana elo menjadi raja sehari saja… bedanya yang satu pake baju nikah yang satu lagi pake baju toga….
sebuah symbol perpindahan dari pelajar ke pengangguran…
tragis banget yak… Tapi dapat dimaklumi pernyataan ajaib tersebut jika kita melihat kenyataan yang ada… meskipun nggak semua orang sih.. khan ada juga yang jadi raja berhari-hari.. ke ke ke….
Padahal ya… Kalau kita bicara dengan menggunakan framework teori diamond-nya Michael porter mengenai keunggulan daya saing suatu bangsa… eh.. tau khan sapa Michael porter… itu loh.. saudaranya Harry Porter… hayah ngaco.. xi xi xi
Salah satu dari 4 diamondnya Michael Porter (sisanya baca sendiri yak) adalah related and supporting industri, atau industri-industri yang berhubungan dan mensupport industri utama. Gampangnya nech, sebuah industri bisa maju kalo mendapat dukungan dari industri lain yang sesuai.
Jadi sinergi antara dunia pendidikan dan dunia kerja sangat dibutuhkan supaya para lulusan universitas dapat langsung terjun ke dunia kerja tanpa harus mengeluarkan uang tambahan lagi dan perusahaan-perusahaan bisa mendapat sumber daya seperti yang diinginkan dan dibutuhkan untuk menghadapi persaingan yang ada.
Standarisasi… sinergi dunia pendidikan dengan dunia kerja…
Wah… Kalau benang merah pendidikan tercipta dari mulai pendidikan yang paling rendah hingga pendidikan yang paling tinggi, didukung adanya standard nasional yang mencerminkan keunggulan daya saing dan terjadi sinergi yang sangat kuat antara dunia pendidikan dan dunia kerja…
Mungkin biaya pendidikan kita bisa lebih murah…
Mungkin akan lebih banyak produk dan jasa kita yang mendunia….
Mungkin ga terlalu banyak orang-orang asing berseliweran menguasai high level management di negeri kita tercinta…
Mungkin juga nggak terlalu banyak penghianat-penghianat keilmuan macam gw ini…. Kuliahnya teknik sipil… kerjanya di Bank di bagian IT pula… hua ha ha ha….
Ternyata ya…. kalau dipikir-pikir…. problem pendidikan kita tidak semudah yang dibayangkan atau malah sebaliknya… tidak serumit yang dibayangkan… hua ha ha… look whose talking… every body can be a good commentator rite… xi xi xi
Kalo kata Gus Dur…. Gitu aja kok report….
Selesaikan saja dengan prinsip seorang konsultan…. your problem is our opportunity….
Huah,,, jam berapa nech…. Mulai ngantuk… walah.. dah jam 6 pagi !!!! gawat !!! ujian jam 10.. belum hapal semua nech…. Gimana dunk…. !@#!@$!@#@#!$@!
Menganalisa iseng-iseng atau iseng-iseng menganalisa nomor urut dan slogan para Capres dan hubungannya dengan kekalahan atau kemenangan mereka
Menganalisa iseng-iseng atau iseng-iseng menganalisa nomor urut dan slogan para Capres dan hubungannya dengan kekalahan atau kemenangan mereka.
Pilpres 2009 akhirnya beres juga, sekarang tinggal menunggu hasil akhirnya saja.
Namun meskipun hasil resminya belum diumumkan tapi hasil quick count menunjukkan bahwa pasangan SBY-Boediono menang telak atau menang mutlak dengan perolehan suara kurang lebih 60%, diikuti runner up pasangan Mega-Prabowo 27% dan yang paling buncit 13% pasangan JK-Win
Kalo dilihat dari angkanya, dan jika nanti hasil KPU tidak berbeda jauh dengan hasil quick count, maka kelihatannya wacana pilpress satu putaran akhirnya terpenuhi.
Semoga saja hasil dari quick count tidak berbeda dengan pengumuman KPU, tidak seperti kasus Jawa Timur beberapa waktu yang lalu, hasil quick count dan hasil pengumuman KPU berbeda, hasil quick count yg menang calon A sedangkan hasil KPU yang menang calon B.
wah kalau terjadi, gimana ya ? masa harus mengulang pemilu di beberapa wilayah Indonesia atau malah seluruh wilayah Indonesia…
Ambil positifnya aja… libur lagi donk… horee…
memang nggak jauh dech mental bangsa kita… ke ke ke…
Sambil menunggu hasil resminya, kayaknya enak juga mikir yang lucu-lucu, mikirin hubungan antara nomor urut dan slogan para capres dengan kemenangan atau kekalahan mereka.
Tentu saja nggak ada data yang akurat, maksudnya tidak memakai ilmu statistik, wong ini cuman pemikiran iseng-iseng aja kok.. xi xi xi…
Sebenarnya sih pikiran ini sudah ada sejak sebelum pilpress, draft tulisannya pun dah dibuat sebelum pilpress, cuman karena sesuatu hal, baru di upload sekarang… :)… nanti juga ketemu alasannya kenapa… ke ke ke ke
Nomor urut
Mentalitas bangsa kita yang terbiasa dijajah, baik oleh bangsa sendiri maupun bangsa lain secara langsung dan tidak langsung telah membentuk mentalitas nomor dua.
Rasa minder, tidak percaya diri dan ketakutan yang telah sekian lama terbentuk membuat kebanyakan dari masyarakat kita kurang memiliki jiwa untuk berkompetisi, tidak mau untuk tampil ke depan.
Semangat gotong royong dan slogan kebersamaan yang salah kaprah, membuat mayoritas bangsa kita enggan untuk tampil berbeda, enggan untuk terlalu menonjol,
Nggak mau menjadi yang pertama, tapi nggak mau juga jadi yg terakhir, pokoke segalanya harus selalu sama-sama.
Jadi kalau dihadapkan pada tiga pilihan, ya sudah bisa ditebak dunk.. secara psikologis ga terlalu percaya diri untuk memilih nomor satu, namun juga tidak mau milih yang buntut.
Slogan
Semua pasti sudah pada tahu khan slogan dari masing-masing capres, dan sesuai dengan teori marketing, khususnya Marketing Communication, bahwa pemilihan slogan yang tepat bisa mempengaruhi persepsi konsumen, yang pada akhirnya bisa mempengaruhi penjualan produk.
Pro Rakyat
Dengan menginterprestasikan rakyat sebagai wong cilik, petani dan nelayan, slogan ini sepertinya berusaha menggugah CLBK alias cinta lama bersemi kembali.
Tapi, yang gw tangkap, bagi sebagian orang slogan ini cukup menakutkan terutama yang menengah ke atas plus Negara lain, karena seolah-olah akan terjadi “nasionalisasi” dan akan terjadi proses “sosialisme”
Cilakanya, bangsa kita sudah sejak lama didoktrin untuk membenci hal-hal yang berbau sosialis dan komunis, karena akan membawa malapetaka bagi rakyat banyak, akan banyak kerusuhan dan lain sebagainya.
Dan biasanya kalau ada kerusuhan di dalam negeri ini, yang bakal susah juga rakyat kecil, wong yang besar-besar sudah pada kabur ke luar negeri.
Jadi kurang popular dech…
Lanjutkan
Bangsa kita terkenal sebagai bangsa pelupa, entah memang bener-bener pelupa karena kekurangan gizi atau memang ingin melupakan peristiwa yang lalu-lalu, sebagai bagian dari upaya untuk melupakan masa lalu yang kelam untuk tidak menjadi seseorang yang pendendam.
Dan kita pun sudah sejak lama didoktrin bahwa bangsa kita ini kaya raya gemah ripah loh jinawi, ibaratnya lempar kayu dimana saja bisa tumbuh pohon. Jadi buat apa susah susah wong segalanya sudah ada.
Secara tidak sadar, kita sudah berada di sebuah keadaan yang sering disebut dengan “comfort zone” yang membuat kita menjadi kurang kreatif.
Dan itu menjawab pertanyaan kenapa negara-negara yang miskin kekayaan alamnya lebih maju dari pada negara yang kaya raya kekayaan alamnya seperti kita ini… soalnya kita kurang punya “the power of kepepet”
Kombinasi antara pelupa dan comfort zone, membuat kita malas untuk mencoba hal-hal yang baru kalau tidak terpaksa buanget, meskipun mungkin pengalaman masa lalu kita mengajarkan kita untuk melakukan hal tersebut.
Lebih baik dilanjutkan saja yang sudah ada, daripada coba-coba nanti nggak jelas atau malah bikin hidup nggak nyaman lagi…
So, slogan ini lebih mengena di hati mayoritas masyarat kita bukan ?
Lebih cepat lebih baik
Aduuuhh… ini slogan benar-benar melanggar pakem yang ada… sudah jelas-jelas bangsa kita ini menganut paham “kalo bisa dipersulit kenapa harus di permudah…. Kalo bisa diperlambat mengapa dipercepat…”
Ya nggak bakal jadi pilihan favorite lah… bisa mengancam objekan banyak orang, iya tho..
Mungkin ada yang protes dengan mengatakan bahwa “lebih cepat lebih baik” bisa juga berarti melakukan suap atau korupsi supaya sesuatu yang diurus menjadi lebih cepat selesai..
Nah itu die, pan seperti yang sudah dibilang sebelumnya, mentalitas bangsa kita yang enggan di depan, enggan juga di buncit, cenderung cari aman.
Jadi masih malu-malu kucing untuk mengakui bahwa korupsi yang terjadi di negara kita tercinta ini sudah dilakukan secara berjamaah dan menjadi budaya bangsa kita.
Kesimpulannya apa dunk…
Kesimpulannya sih… kalau dipikir-pikir… ternyata rumit juga ya kalau mau kampanye.. harus mikirin banyak hal, mulai dari yang masuk akal sampe yang nggak masuk akal… he he he…..
En jadi ngerti khan knapa tulisan ini baru gw upload sekarang….
alasannya sama kok… cari aman juga… biar nggak digugat.. hua ha ha ha….
Search on This Blog
Blogroll
-
Meta